Cakrawala InvestasiCakrawala NasionalCakrawala SurabayaHeadlineIndeksPilihan Redaksi

Dukung Superhub Megapolitan Menuju Kota Dunia, Pemkot Surabaya Siapkan Rp6,03 Triliun dari APBD 2025

×

Dukung Superhub Megapolitan Menuju Kota Dunia, Pemkot Surabaya Siapkan Rp6,03 Triliun dari APBD 2025

Sebarkan artikel ini
Jembatan Suroboyo. foto Dokumen
Jembatan Suroboyo. foto Dokumen

Konsep Super Hub ini akan dilakukan dengan pendekatan konsep cluster dan konsep hub and spoke. Kombinasi kedua konsep ini memberikan leverage core competence yaitu kriteria lokasi organik atau inorganik (sumber daya manusia) memiliki integrasi dengan infrastruktur dan industri pendukung, melayani kegiatan perekonomian di pasar domestik, regional, dan global, serta memiliki economic of scale yang didukung dengan infrastruktur dan kebijakan yang matang. Selain itu, diharapkan pengembangan Super Hub juga dapat menjadi salah satu kontributor dalam pemulihan ekonomi nasional yang saat ini terdampak pandemi Covid-19.

Di Surabaya lanjut Wali Kota Eri bahwa Program pembangunan tahun 2025 ini terbagi dalam beberapa skala atau kategori. Pada skala kota, prioritasnya mencakup proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), Radial Road, peningkatan Jalan Wiyung, diversi saluran Gunungsari serta normalisasi saluran.

Selain itu, Wali Kota Eri menerangkan bahwa pembangunan rumah pompa untuk penanganan genangan, juga menjadi bagian dari agenda prioritas Pemkot Surabaya tahun 2025. “Selain pembangunan jalan, Pemkot Surabaya juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur drainase untuk penanganan banjir,” ujarnya.

Kemudian di skala lingkungan, program prioritas ini meliputi perbaikan jalan dan saluran perkampungan, serta pavingisasi. Tak ketinggalan, pengembangan jaringan fiber optik (FO) dan satu data, turut menjadi bagian dari prioritas pembangunan  pada sektor teknologi informasi.

Sementara pada sektor kesehatan, Pemkot Surabaya akan membangun Rumah Sakit Umum (RSU) Surabaya Selatan dengan luas lahan 7.132 meter persegi di Jalan Mastrip Anggrek I, Karangpilang. Rumah sakit ini dirancang memiliki layanan unggulan berupa trauma center. “Kehadiran RSU Surabaya Selatan diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas Wali Kota Eri.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan integrasi antar wilayah.

“Sedangkan pembangunan sistem drainase, bertujuan untuk penanganan banjir dan genangan. Lalu pembangunan infrastruktur teknologi informasi, bertujuan untuk meningkatkan atau mempermudah akses informasi dan komunikasi jaringan global,” kata Irvan.

Sementara pembangunan RSU Surabaya Selatan, diharapkan akan mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di Kota Pahlawan. “Kajian sosio-ekonomi menunjukkan bahwa rumah sakit ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” papar Irvan.

Lebih rinci, Irvan menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pemkot akan fokus penyelesaian JLLB pada segmen Jalan Raya Sememi-Simpang Susun Romokalisari, termasuk akses ke Gelora Bung Tomo (GBT). Sedangkan untuk Jalan Wiyung, akan ditingkatkan dari pertigaan UNESA hingga Puskesmas Lidah Kulon.

Menurut Irvan, pengembangan sirkuit GBT tidak luput menjadi perhatian Pemkot Surabaya dalam program prioritas pembangunan di tahun 2025. Pengembangan ini meliputi menambah lintasan sepanjang kurang lebih 600 meter, pembangunan tribun hingga paddock.

“Di tahun 2025, pemerintah kota juga akan membangun sekolah baru di Medokan Ayu, Waru Gunung, dan Tambak Wedi. Selain itu, ada juga pembangunan Puskesmas baru di Pegirian,” ungkap dia.

Irvan menambahkan bahwa Pemkot Surabaya telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp12,3 triliun pada 2025. Dari jumlah tersebut, Rp6,03 triliun atau sekitar 48,85 persen, dialokasikan untuk program prioritas di bidang infrastruktur.

“Pembangunan yang berkelanjutan menjadi prinsip utama kami agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini dan yang akan datang,” tutup Irvan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *