Selain infrastruktur jalan, Pemkot Surabaya juga melakukan revitalisasi Skate & BMX Park Kalimas dan Taman Bungkul. Revitalisasi ini turut melibatkan komunitas skateboard, BMX, dan para konsultan. Kemudian pada 24 September 2024, Taman Penitipan Anak (TPA) ‘Generasi Emas Surabaya (Gemass)’ di Jalan Sedap Malam juga mulai dioperasikan. TPA Gemass ditujukan untuk mencetak generasi emas dan memangkas kenakalan remaja di masa depan.
Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga melakukan pengaspalan di beberapa ruas jalan utama Kota Pahlawan. Pengaspalan jalan dimulai dari Jalan Ahmad Yani sampai ke Tugu Pahlawan dan sebaliknya. Wali Kota Eri menyatakan bahwa pengaspalan jalan akan dilanjutkan ke wilayah-wilayah lain di Surabaya.
“Nah, dengan pengaspalan ini, diharapkan jalan akan semakin nyaman,” tambahnya.
Selain pengaspalan jalan, di bulan yang sama pula, Pemkot Surabaya tengah mengebut beberapa proyek infrastruktur. Di antaranya adalah di Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Ciliwung-Jalan Kutai, Jalan Kartini, Jalan Raya Babatan Wiyung-Menganti hingga Radial Road.
Di samping itu, pengaspalan dan pemasangan saluran Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) di Jalan Raya Wiyung – Menganti juga dimulai pada bulan November 2024. Pembangunan jalan dan saluran untuk mengurangi kemacetan ini merupakan dukungan dari pemerintah pusat.
Selanjutnya pada 18 Desember 2024, Pemkot Surabaya resmi membuka operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini di Jalan Medokan Asri Tengah No. 2, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Rumah sakit ini difokuskan untuk memberikan pelayanan unggulan bagi kesehatan ibu dan anak.
Dengan beroperasinya RSUD Eka Candrarini, Wali Kota Eri berharap dapat terus meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Surabaya. “Semoga rumah sakit ini memberikan manfaat untuk masyarakat Surabaya dan memberikan pelayanan unggulan untuk ibu dan anak,” ujar Wali Kota Eri.
Sementara puncaknya pada 23 Desember 2024, Pemkot Surabaya mulai mengoperasikan fasilitas publik berupa terowongan (tunnel) bagi pejalan kaki. Tunnel yang menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) – Kebun Binatang Surabaya (KBS) ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan dan mendukung konektivitas.
“Ini menjadi langkah penting bagi Surabaya menuju kota dunia, tanpa melupakan rasa guyub rukun, rasa gotong royong dan budaya arek-nya yang tidak boleh tertinggal,” pungkasnya.









