Sebagai contoh, Luluk menyoroti persoalan pencemaran limbah yang menimpa salah satu desa di Pasuruan. Menurutnya, meskipun masalah ini telah terjadi bertahun-tahun, belum ada perhatian atau solusi dari pemerintah. “Contoh di Pasuruan, ada desa yang mengalami pencemaran limbah bertahun-tahun. Jangankan ada solusi, didengar saja tidak oleh pemerintah Jatim,” ujar Luluk.
Luluk-Lukman mengusulkan kepemimpinan birokrasi yang “cantiq”, yaitu cerdas, amanah, dan istiqomah. Menurutnya, Jatim juga memerlukan birokrasi yang adaptif, transparan, inovatif, kompeten, serta anti-korupsi.
“Birokrasi ini harusnya memecahkan masalah, bukan menjadi masalah. Birokrasi yang mengurus, bukan yang menjadi urusan,” tambahnya, seraya menekankan pentingnya transparansi dan integritas di setiap lini pelayanan pemerintah.



