1. Nomor Telepon yang Tidak Dikenal atau Tersembunyi
Nomor Acak: Pelaku seringkali menggunakan nomor telepon yang tidak terdaftar atau nomor yang berbeda setiap kali mereka melakukan panggilan.
Nomor yang Tersembunyi: Ada kalanya, pelaku akan menyembunyikan nomor telepon mereka agar identitas mereka tidak diketahui.
2. Bahasa yang Buru-Buru dan Membingungkan
Bicara Cepat: Pelaku biasanya akan berbicara dengan sangat cepat sehingga korban kesulitan untuk memahami apa yang sedang dikatakan.
Bahasa yang Kompleks: Mereka juga sering menggunakan bahasa yang kompleks atau istilah-istilah teknis yang membingungkan untuk membuat korban merasa bingung dan tidak yakin.
Tekanan Waktu: Pelaku akan menciptakan rasa urgensi dengan mengatakan bahwa masalah harus segera diselesaikan, sehingga korban tidak punya waktu untuk berpikir.
3. Permintaan Informasi Pribadi yang Sensitif
Nomor Rekening: Informasi yang paling sering diminta adalah nomor rekening bank, kartu kredit, atau e-wallet.
PIN dan Password: Pelaku juga akan meminta PIN, password, atau kode verifikasi yang digunakan untuk mengakses akun keuangan Anda.
Data Pribadi Lainnya: Selain itu, mereka juga mungkin meminta informasi pribadi lainnya seperti alamat, tanggal lahir, atau nomor KTP.
4. Ancaman atau Iming-iming
Ancaman: Pelaku seringkali menggunakan ancaman untuk membuat korban takut dan memberikan informasi yang diminta. Misalnya, mereka akan mengancam akan memblokir rekening bank korban atau melaporkan korban ke pihak berwajib.
Iming-iming: Sebaliknya, ada juga pelaku yang menggunakan iming-iming untuk menarik perhatian korban. Misalnya, mereka akan menawarkan hadiah atau hadiah undian jika korban memberikan informasi yang diminta.
Tips untuk Menghindari Voice Phishing:
4 Ciri-Ciri Panggilan Voice Phishing yang Perlu Anda Waspadai












