Seperti diketahui, kabar pencopotan Yorrys telah mengemuka. Yorrys dinilai terlalu vokal dalam menyuarakan kondisi partai. Dia juga lantang mengkritik kepemimpinan Setya Novanto yang sempat ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.
Yorrys kemudian menjadi Ketua Tim Kajian Elektabilitas Partai Golkar. Tim itu menyarankan agar Golkar segera menunjuk Plt pengganti Novanto. Sebab, elektabilitas Golkar terjun bebas sejak Novanto menjadi tersangka.
Sedianya, tindak lanjut hasil rekomendasi tersebut adalah dilaksanakan rapat pleno untuk mendengar jawaban Novanto. Namun, rapat pleno soal penonaktifan Novanto tak kunjung dilakukan bahkan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan pascaKetua DPR RI itu memenangkan praperadilan.(kcm/ziz)












