“Angkutan kan ada 3 kalau menghidupkan surat, ada pajak, ada KIR, ada trayek, kalau taksi online mana ada? yang pasti yang
dirugikan bukan hanya kita tapi juga negara,” kata Mathasim (34), sopir angkot jurusan Joyoboyo-Undaan-JMP.
Sementara itu, di depan area Terminal Joyoboyo, tepatnya di depan Polsek Wonokromo terlihat puluhan mobil operasional milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melayani penumpang kendaraan umum.
“Kami sudah standby di sini sejak 5.30 WIB dan kami akan beroperasi hingga demo berakhir, mungkin sekitar jam 17.00 WIB. Tenaga pengemudi yang dikerahkan adalah seluruh pegawai di pemerintahan dan layanan ini gratis.” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irfan Wahyudrajat.(dtc/ziz)



