Surabaya, CakrawalaNews.co | Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam memfasilitasi pengembangan UMKM serta potensi anak-anak muda di Kota Pahlawan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya wadah kolaborasi untuk mendorong kreativitas talenta muda, khususnya di bidang desain busana, sekaligus memperluas pasar bagi para pelaku usaha lokal.
Hal tersebut disampaikan Eri Cahyadi saat meninjau gelaran Surabaya Great Expo. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi keterlibatan anak-anak berbakat yang mampu menghasilkan karya desain busana luar biasa bersama para desainer profesional.
“Anak-anak yang punya kelebihan yang diberikan Tuhan, kita bisa ajak berkolaborasi sehingga muncul baju dan desain yang sangat luar biasa. Ini memberikan semangat agar bakat desainer mereka muncul sejak awal,” ujar Eri saat sambutan pada Rabu (5/8/2026).
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para desainer yang mau membimbing anak-anak Surabaya. Menurutnya, keterlibatan dan pembinaan tersebut membawa keberkahan karena berdampak luas bagi banyak orang.
Tak hanya menjadi ajang unjuk bakat, Surabaya Great Expo juga terbukti menjadi motor penggerak ekonomi yang efektif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Eri mengungkapkan bahwa sejak diselenggarakan pada 2024 hingga saat ini, perputaran uang dalam ajang tersebut telah menembus angka lebih dari Rp30 miliar.
“Setiap putaran Surabaya Great Expo rata-rata menghasilkan Rp7 miliar hingga Rp9 miliar. Ini menunjukkan bahwa ruang bagi UMKM untuk memasarkan produknya memang sangat dibutuhkan,” jelas Eri.
Melihat tingginya efektivitas pameran ini, Wali Kota menginstruksikan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk menggelar kegiatan serupa secara berkala.
Ia mengusulkan agar pameran produk UMKM dapat diadakan setiap tiga bulan sekali, salah satunya dengan memanfaatkan Surabaya Hi-Tech Mall sebagai lokasi pelaksanaan.
Lebih lanjut, Eri menekankan bahwa peran utama pemerintah daerah adalah sebagai fasilitator pergerakan ekonomi rakyat. Selain menyediakan tempat pameran, Pemkot Surabaya berfokus membantu legalitas dan kualitas produk UMKM agar mampu naik kelas.
Hingga saat ini, Pemkot Surabaya telah memfasilitasi sekitar 370 UMKM serta menerbitkan 450 Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, hingga hak kekayaan intelektual (sertifikat merek).
“Ini yang sebenarnya paling dibutuhkan. Ketika pemerintah memfasilitasi sarana promosi dan legalitasnya, maka pergerakan ekonomi akan berjalan dengan sendirinya. Karena itu, kita harus sering mengadakan acara yang berorientasi pada fasilitasi pelaku usaha,” pungkas Eri.












