Di sisi lain, lanjut Anik, untuk membangun provinsi sekelas Jatim dengan penduduk terbesar nomor dua di Indonesia, PKB tentu butuh partai lain untuk menjadi partner demi menjaga stabilitas politik kepemerintahan. Makanya, PKB sangat terbuka bagi partai lain untuk membangun koalisi di Pilgub Jatim mendatang.
Menduduki angka pasti kita untuk melakukan koalisi. Tidak hanya dengan PDIP saja, karena masih banyak partai yang belum menentukan sikap. Diantaranya ada NasDem, PKS dan partai non parlemen kan begitu. Dan itu mempunyai massa tersendiri,” ungkap Anik.
Diakui Anik Maslachah, PKB masih kalem (slow) menghadapi pilgub Jatim, komunikasi politik masih terus berlangsung bahkan hingga tataran elit partai di tingkat pusat. “Selama belum ada janur kuning melengkung itu masih bisa berubah,” dalilnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangam Hasto Kristiyanto menyebut PDI Perjuangan dan PKB mempunyai kans kuat untuk membentuk koalisi di Pilgub DKI Jatkarta dan Jatim 2024.



