Surabaya. Cakrawalanews.co— Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tanah longsor yang menelan korban jiwa, hingga banjir, angin kencang, dan pohon tumbang di sejumlah daerah menjadi perhatian DPRD Jawa Timur.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, meminta pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, dan aliran sungai.
“Rentetan bencana yang terjadi di sejumlah daerah Jawa Timur harus menjadi perhatian serius kita bersama. Saya meminta pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPBD, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan. Jangan menunggu bencana terjadi baru bergerak. Langkah antisipasi, mitigasi, dan penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan sejak dini,” ujar Sri Wahyuni, Selasa (3/11/2026).
Salah satu peristiwa bencana terjadi di Kabupaten Lumajang, banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang sejumlah daerah aliran sungai, termasuk kawasan Tempursari. Peristiwa tersebut dilaporkan berlangsung selama sekitar enam jam dan menyebabkan tanggul sungai jebol, sekitar 13 bangunan rusak, serta berdampak terhadap kurang lebih 500 warga.



