Keenam penghargaan terdiri dari Juara 1 kategori Daerah yang Berhasil Mengoptimalkan dan Memanfaatkan Potensi Energi Baru dan Terbarukan, Juara 1 untuk kategori Daerah yang Melakukan Implementasi Kebijakan dan Regulasi Turunan Perda Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi.
Selanjutnya, Juara 1 kategori Daerah Yang Memiliki Inovasi Terbaik dalam Pengembangan Energi Terbarukan, Juara 1 kategori Daerah yang Paling Baik dalam Pengelolaan Data Energi, serta Juara 2 untuk kategori Daerah yang Berhasil Mendorong Transisi Energi.
“Program Khofifah-Emil sangat dirsakan masyarakat. Melalui OPD misalkan bantuan ke pesantren, pembangunan jalan, TransJatim sangat dirasakan langsung. Bahkan sekarang di Dapil saya, kalau ada kerusakan jalan complain langsung diperbaiki,” tambah anggota DPRD Jatim tiga periode tersebut.
Ketua Perhimpunan Klinik Jatim itu mengatakan, sambil mensosialisasikan Khofifah-Emil para relawan akan menggelar advokasi kepada masyarakat tentang pentingnya tindakan upaya preventif untuk menjaga kesehatan.
Diharapkan, dengan program tersebut, kualitas kesehatan dan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat akan semakin meningkat.
“Kami juga menargetkan penurunan stunting dan bisa memantau atau mendata warga yang mengalami sakit degenerative, sehingga dapat memberikan upaya pencegahan dan motivasi agar masyarakat bisa menerapkan pola hidup yang sehat dan seimbang,” katanya.
Ketua Himpunan Pengusaha Kahmi (HIPKA) Jawa Timur mengajak berbagai elemen seperti aktivis, relawan, tenaga kesehatan, pengusaha dan kalangan profesional di Jatim untuk bersatu dan bergerak agar Khofifah-Emil bisa kembali memimpin Jatim.
“Kita siap bersinergi dengan kalangan profesional dan berbagai elemen aktivis di Jatim, saya yakin Khofifah-Emil bisa memimpin kembali Jatim,” tambah Presidium KAHMI Jatim tersebut.












