Meski sudah mencoret anggaran untuk penambahan gedung, pihaknya juga mempermasalahkan soal usulan penggaran Pemkot untuk UN Habitat. Memang tahun depan Pemkot akan menjadi tuan rumah untuk even internasional tersebut. Akan tetapi dana yang dialokasikan terlalu besar.
“Untuk persiapan kegiatan sekali seumur hidup itu saja dialokasikan Rp 3 miliar, itu kan terlalu besar. Masak cuman kegiatan begitu saja dianggarkan dana sampai milayatan,” kata Armuji.
Oleh sebab itu, dia menegaskan DPRD akan mengkaji ulang anggaran ini. Sebab setalah kuappas ini digedok masih akan ada pembahasan detail dalam rencana keuangan anggaran (RKA) dan dibahas dalam komisi. Dalam rapat itu nantinya akan dibahas lebih lanjut. Nilai tersebut dikatakan Armuji bisa berubah, entah berkurang atau malah bertambah. “Dibahas lagi itu nanti,” tandasnya.
Sementara itu beberapa anggota dewan sempat menyayangkan dicoretnya anggaran pembangunan gedung. Hal it disampaikan oleh legislator partai Gerindra Luthfia. Menurutnya pembangunan gedung itu memang kebutuhan. Hal it terasa sekali ketika ada rapat banmus dan banggar. Dimana ruangan rapar itu saat ini masih menjadi satu. Kalau ada rapat bersama, ruangan itu tidak cukup menampung 40 orang yang menjadi anggota rapat.



