Hal itu ia lakukan sekaligus memberikan penegasan pada anggota dewan yang menurutnya tidak konsisten. Sebab ketika dalam rapat banggar banmus mengaku setuju pembangunan dewan. Namun di media massa menyatakan tidak setuju.
Meski anggaran pembangunan dicoret, akan tetapi Armuji menegaskan bahwa pembangunan untuk renovasi masjid dan juga gedung Dewan Kesenian Surabaya tetap dilakukan. Politisi asal PDIP ini menjelaskan, dalam gelondongan dana pembangunan kompleks DPRD itu terdiri dari tiga item yang akan terintegrasi.
Yaitu pembangunan gedung DKS dan juga pembangunan masjid menjadi tiga lantai. Masing masing item pembangunan itu dianggarkan Rp 10 miliar. Dengan mencoret anggaran pembangunan gedung Rp 10 miliar, sehingga yang dianggarkan dalam KUAPPAS hanya Rp 10 miliar.
“Saya nggak kecewa, yang kecewa tentu yang membutuhkan ruangan. Termasuk fraksi fraksi yang kini menempati ruangan yang nggak representatif,” jelas Armuji.



