Cakrawala EkonomiHeadlineIndeks

Industri Otomotif Diminta Tetap Optimis, Apa Yang Terjadi?

×

Industri Otomotif Diminta Tetap Optimis, Apa Yang Terjadi?

Sebarkan artikel ini
wagub jatim saat membuka pameran otomotif di grandcity surabaya rabu

“Contohnya, sales memberikan diskon yang menarik bagi calon pembeli, kemudian, perbankan memberikan kemudahan dalam pembiayaan kredit, seperti kredit mobil bisa sampai lima tahun, cicilannya terjangkau, dan strategi-strategi lainnya” ujarnya.

Selain itu, untuk menekan biaya impor, industri otomotif bisa menggandeng dan memberdayakan industri Industri Kecil Menengah (IKM) di bidang otomotif untuk komponen-komponen dan kebutuhan pembuatan kendaraan bermotor lainnya. Di Jawa Timur, terdapat 283 IKM komponen otomotif yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Kediri dan Tulungagung.

“Di Sidoarjo, ada Aspillow (Asosiasi Pengrajin Logam Waru) dan Pasindo (Para Amerta Sejahtera Indonesia, Pasuruan) yang merupakan asosiasi pekerja industri komponen otomotif yang mewakili IKM komponen dan aksesoris otomotif” katanya.

Selain itu, juga bisa memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) dari penyedia jasa SDM otomotif asli Jatim, dimana Jatim memiliki 32 Perguruan Tinggi Teknik Mesin dan Otomotif, 203 SMK otomotif dan 120 SMK mesin. “Dengan memberdayakan SDM lokal, mereka akan memiliki kemampuan dan daya beli untuk membeli kendaraan, jadi yang diuntungkan adalah masyarakat dan industri otomotif itu sendiri” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Dyandra Promosindo, Moh. Riza mengatakan, penjualan kendaraan bermotor khususnya mobil mengalami penurunan sepanjang tahun 2015. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat angka penurunan penjualan mencapai 20 persen hingga akhir semester satu 2015 dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *