Jakarta, cakrawalanews.co – Musim haji 2017 memasuki tahap akhir, yaitu pemulangan jemaah haji Indonesia. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar rapat evaluasi delegasi Amirul Hajj dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Tampak hadir pada rapat yang digelar di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan perwakilan dari KJRI Jeddah.
Menteri Agama Lukman mengatakan, setidaknya dia mencatat ada 10 point evaluasi penyelenggaraan haji.
Pertama, perbaikan infrastruktur di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina). Menag mencatat tentang perlunya penambahan pasokan listrik, tenda, dan toilet, utamanya di Mina.
Akan hal ini, menurut Menag ada dua hal yang perlu dilakukan ke depan, yaitu: lobby pemerintah Saudi agar meningkatkan kapasitas infrastruktur di Mina.
“Saya berharap Pak Dubes bisa meyakinkan Saudi agar Mina bisa menjadi contoh dunia bahwa umat Islam bisa melaksanakan ibadahnya dengan baik,” ujarnya di Jeddah, Sabtu (09/09).
Selain lobby, kata Menag, perlu perubahan strategi penempatan jemaah di Mina. Ke depan, akan ada dua atau tiga kloter di setiap maktab yang hotelnya berada di sekitar jamarat. Ini perlu agar saat menginap (mabit) di Mina, mereka bisa kembali ke hotel sehingga tenda bisa ditempati kloter lain dan tidak berdesak-desakan.
Catatan kedua terkait status jemaah haji. Menag mengatakan, jangan sampai ada jemaah yang dideportasi karena ternyata memiliki catatan hukum di Saudi.












