Cakrawala EkonomiCakrawala JatimIndeks

Para Pelaku Usaha Di Jatim, Peroleh Sosialisasi Aplikasi Pengendalian Expor-Impor

×

Para Pelaku Usaha Di Jatim, Peroleh Sosialisasi Aplikasi Pengendalian Expor-Impor

Sebarkan artikel ini
Pakde Karwo Sosialisasikan Aplikasi Dashboard Pengendalian Expor-Impor di Jatim

Pasar perhiasan di seluruh dunia mulai didominasi produk dari Jawa Timur. Apabila mengunjungi wilayah Amerika, hampir semua perhiasan buatan Jawa Timur. “Apalagi ketika berkunjung ke Arab, sebagian besar emas yang diperjualbelikan adalah buatan dari beberapa daerah di Jawa Timur seperti Lumajang, Lamongan, Mojokerto dan Malang,” ucap Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, peran Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Jawa Timur untuk mengembangkan pasar perhiasan sangat besar. Beberapa tindakan telah dilakukan seperti membuat design yang menarik, meningkatkan teknologi industry melalui pameran mesin, mendaftarkan produk perhiasan Jawa Timur ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan memberikan standarisasi internasional.

” Mendaftarkan produk perhiasan Jawa Timur sangat penting agar tidak diakui oleh negara lain, karena selama ini sudah sering produk Jawa Timur diakui milik negara lain. Kemudian  pemberian standarisasi internasional bertujuan agar ketika pengusaha perhiasan berkeinginan go international mereka telah siap untuk mengikuti semua standart yang ditentukan oleh pasar internasional, “ ungguhnya.

Selain itu Pakde Karwo mengingatkan, agar semua pengusaha perhiasan mengutamakan kejujuran dalam berbisnis. Karena kualitas perhiasan seperti batu mulia tidak bisa dipalsukan. Kejujuran merupakan kunci utama agar bisa bersaing di pasar internasional.  “Dengan posisi Jawa Timur saat ini yang menyuplai 30 persen dari produk perhiasan nasional, pasti kualitas yang dipamerkan dan diperjualbelikan sangat berkualitas. Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim sebelas diantaranya penghasil produk perhiasan diantaranya  Kab. Pasuruan, Kota Pasuruan, Kab. Malang, Kota Malang, Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto, Kab. Lamongan, Kab. Jombang, Kab. Lumajang, dan yang terbaru dengan kekayaan batu mulianya adalah Kab. Pacitan,” ujarnya.(hms/cn01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *