Cakrawala EkonomiCakrawala JatimIndeks

Para Pelaku Usaha Di Jatim, Peroleh Sosialisasi Aplikasi Pengendalian Expor-Impor

×

Para Pelaku Usaha Di Jatim, Peroleh Sosialisasi Aplikasi Pengendalian Expor-Impor

Sebarkan artikel ini
Pakde Karwo Sosialisasikan Aplikasi Dashboard Pengendalian Expor-Impor di Jatim

Kinerja Ekspor –  impor  di Jawa Timur mengalami kemajuan tiap tahunnya. Pada tahun 2014 ekspor Jawa Timur mengalami surplus sebesar US$ 70 juta. Angka tersebut meningkat cukup besar pada tahun 2015 yakni sebesar US$ 810 juta . “ Peningkatan nilai ekspor dipengaruhai banyak hal, salah satunya semakin kompetitif bahan produksi Jawa Timur. Konsep daya saing menghadapi MEA dipengaruhi berbagai hal yakni harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar, distribusi yang lebih cepat dibanding kompetitor, dan kualitas yang bagus” ujarnya.

Struktur ekspor Jawa Timur ke Negara lain didominasi oleh produk industri olahan sebesar 91,28 persen, diikuti oleh hasil pertanian sebesar 8,59 persen dan pertambangan sebesar 0,14 persen. sedangkan struktur impor Jawa Timur ke negara lain didominasi oleh bahan baku atau penolong sebesar 75.88 persen, barang modal sebesar 13,74 dan barang konsumsi 10,39 persen.

“Satu hal yang menjadi ganjalan yakni masih besarnya impor bahan baku dan penolong yang berasal dari negara lain. Harus ada formulasi untuk mengatasinya agar tidak bergantung dengan negara lain. Seperti impor dari provinsi lain seperti Kalimantan dan Sumatera. Kalau bisa pengusaha membuat smelter kecil malah semakin bagus. Ini adalah perwujudan dari membangun Indonesia in coorporate. Jawa Timur tidak bsia menunggu impor dari luar negeri, hal ini untuk jangka pendek memang memberatkan akan tetapi untuk jangka panjang bisa menjaga stabilitasi ekonomi,” jelasnya.

Impor memang diperlukan, akan tetapi tidak dalam jumlah yang besar. Apabila impor dihentikan  industri yang sudah berjalan akan berhenti. Jadi, konsumsi impor harus diseleksi ketat, dirancang apa saja kebutuhannya. Nantinya, semua barang akan ada laboratoriumnya untuk mendeteksi toksin, jamur, mercury, dan lilin.

Ia menambahkan, Jawa Timur menargetkan menguasai 35 persen pasar Indonesia. Sedangkan saat ini masih 29 persen. hal tersebut bisa terjadi apabila semua barang produksi Jawa Timur mempunyai hara yang lebih murah dan berkualitas. Sebagai contoh ekspor perhiasan dari Jawa Timur yang mencapai $ 2,21 pada Semester I Tahun 2015.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *