Meskipun demikian lanjut Fajar, ditempat yang baru ini memiliki IPAL dengan teknologi baru dan sangat representatif.
“Yang sekarang besar, kalau pegirian sangat terbatas. Ini harapannya pak wali, kalau IPAL gede, pemotongan meningkat, kita gak akan repot lagi,” tuturnya.
Fajar juga memastikan bahwa pasca relokasi ini tidak ada kendala yang berarti, hanya membutuhkan adaptasi saja.
“Mereka hari pertama tentu penyesuaian, jadi pelan-pelan. Lantai juga belum licin. Kalau dulu kan tinggal diluncurkan dari truk. Kita juga sekarang sedang mencari jalurnya. Alhamdulilah ini terobosan dan juga sejarah menurut saya,” jelasnya.
Fajar pun optimis bahwa tempat baru ini memiliki prospek yang cukup menjajikan.












