Padang, Cakrawalanews.co | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas akses pelatihan berbasis kompetensi melalui program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN). Pada 2026, Kemnaker menargetkan sebanyak 300.000 peserta mengikuti berbagai program pelatihan yang diselenggarakan di seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Target tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3 Tahun 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Sumatera Barat, Jumat (24/7/2026).
Menurut Afriansyah, perluasan akses pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang produktif sekaligus mampu mengikuti perubahan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang berlangsung semakin cepat.
“Pelatihan vokasi bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menjadi investasi untuk menyiapkan SDM yang siap bekerja, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar Afriansyah.
Ia menjelaskan, target 300 ribu peserta tersebut merupakan bagian dari komitmen Kemnaker dalam meningkatkan kesiapan tenaga kerja nasional agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain membuka akses pelatihan yang lebih luas, pemerintah juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Melalui program reskilling dan upskilling, peserta dibekali keterampilan baru agar memiliki peluang lebih besar untuk kembali bekerja maupun membangun usaha secara mandiri.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi tetap memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya. Dengan keterampilan baru, mereka memiliki peluang untuk kembali bekerja atau membangun usaha sendiri,” katanya.
Afriansyah menambahkan, pelaksanaan pelatihan vokasi di berbagai daerah juga harus disesuaikan dengan potensi ekonomi lokal sehingga kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Ia menilai sinergi antara BPVP dengan dunia usaha, dunia industri, serta UMKM perlu terus diperkuat guna meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan sekaligus mendorong produktivitas tenaga kerja.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap semakin banyak lulusan pelatihan yang dapat terserap di dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha baru yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.













