Fajar juga menegaskan bahwa kegiatan pemotongan babi setelah beralih dari pegirian ke banjar sugihan sudah berjalan. Dirinyapun mengatakan bahwa sudah menetapkan masa uji coba, mulai hari senin pekan lalu sampai dengan sabtu ini.
“Karena ini evaluasi kami udah berjalan dengan normal, berjalan baik, adaptasi peralatan atau lainnya itu normal, karna proses penyesuaian.
Sekali lagi ini udah berjalan, mudah-mudahan terjaga konsistensinya, karena semangat dari pak wali itu adalah pelayanan kepada mitra jagal dan pemanfaatan,” tegasnya.
Menerut Fajar, proses pemotongan pasca peralihan ini masih stabil karena per hari itu sekitar 200an per malam. Karena ini skarang motongnya masih seminggu empat hari, maka jumlahnya seperti itu. Karena itu pihaknya akan coba mengajak para jagal.
“Tantangan dari pak wali, kalau bisa per malam potong 500, maka akan ada modernisasi peralatan alat potongnya. Kita kan sementara masih tradisional, masih sama dengan pegirian. Jadi tempatnya baru, tapi peralatan masih lama,” bebernya.












