Cakrawala JatimIndeks

Khofifah Dukung Univ. Trunojoyo Madura Jadi Sentra Hilirisasi Rumput Laut dan Garam

×

Khofifah Dukung Univ. Trunojoyo Madura Jadi Sentra Hilirisasi Rumput Laut dan Garam

Sebarkan artikel ini

Khofifah teringat akan pengembangan potensi rumput laut di Sidoarjo, yang kemudian terintegrasi dengan empang ikan. Sedangkan rumput laut menjadi pupuk bagi ikan.

Bahkan kini telah jadi desa devisa pertama di dua tahun lalu, yang telah sukses eksport pertama ke China, dan kedua ke Australia.

“Bukan karena jumlah nilai ekspornya yang besar waktu itu, saya hadir ke sana untuk menyemangati agar rumput laut bisa export. Kala itu ada tiga pemuda asal Australia, yang membutuhkan raw material,” ujarnya.

Kata dia, akhirnya dalam waktu tak terlalu lama berdiri pabrik di Jawa Timur, Agustus 2023 lalu. Yakni pabrik pengolahan rumput laut berbasis empang. Jadi rumput laut tidak ditanam di laut.

“Hal itu sangat berdampak profit bagi para petambak karena tidak butuh lagi pupuk, cukup dari akar rumput laut,” ujarnya.

Ke depan juga Khofifah berharap ada lembaga resmi yang kredibel memberikan sertifikasi tentang kadar salinitas garam Madura.

Dengan nilai kadar garam yang tertentu, dan kadar PH air bersih tertentu, maka penelitian multi purpose ini bisa dikembangkan menuju nilai ekonomis tersendiri.

“Ini akan jadi good news bagi ekonomi Jawa Timur yang dimulai dari petani garam kemudian hilirisasi rumput laut ini akan luar biasa,” ujarnya.

Dalam peresmian proyek bertajuk Memupuk Harapan: Energi Terbarukan, Air Bersih, dan Garam Berkualitas untuk Komunitas Pengolah Garam Madura, Melalui Budidaya Rumput Laut, di Universitas Trunojoyo, ini dihadiri Konsul Jenderal Australia Fiona Hoggart dan Dr Agus Zein, perwakilan Pemerintah
Kabupaten Bangkalan.

Para akademisi dan peneliti
terkemuka dari Universitas Newcastle, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta RMIT University juga ikut menghadiri acara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *