Video mapping pada pertunjukan air mancur ini, nantinya bakal mirip seperti di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan yang berada di negara Singapura. Selain itu, nantinya Pemkot Surabaya juga akan melakukan pengurukan lahan di kawasan tersebut. Selain untuk mempercantik, juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga nelayan di kawasan pesisir Kenjeran, serta sebagai proteksi banjir rob.
Karena, di kawasan tersebut akan dibuat tanggul terlebih dahulu, kemudian lumpur yang berada di pesisir Kenjeran itu akan disedot. Akan tetapi, saat ini Pemkot Surabaya sedang mengurus proses perizinan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI). “Untuk start (memulai) ini ya harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari provinsi. Sudah diproses,” terangnya.
-
Desak Wisata Surabaya Harus Miliki Daya Saing

Sebelumnya, Komisi B DPRD Kota Surabaya yang membidangi Keuangan dan perekonomian meminta kepada Pemkot Surabaya untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor wisata di Surabaya. Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno pada Minggu (14/01/2024).
Anas mengatakan bahwa potensi PAD dari destinasi wisata di Surabaya ini akan maksimal jika ada upaya optimalisasi yang dilakukan oleh pengelola wisata dalam hal ini Pemkot Surabaya
“Contohnya KBS ini, animo masyarakat terhadap wisata yang menjadi trademark kota Surabaya ini begitu tinggi. Nah, jika bisa dioptimalisasi bukan tidak mungkin PAD akan meningkat tajam,” katanya.












