“Nanti lanjutannya kalau memang untuk percepatan, kita akan bersurat kepada BBPOM. Insyaallah dari 49 SWK itu nanti bisa mendapatkan (sosialisasi) semuanya,” ujarnya.
Dewi mengatakan, sejauh ini masih belum ada temuan makanan tidak aman dan tidak sehat yang dijual oleh pedagang SWK di Kota Pahlawan. Hanya saja, ada beberapa makanan dan minuman yang perlu ditingkatkan rasa dan variasi menunya.
“Selama ini sih alhamdulillah semuanya baik-baik saja, cuma kadang menu varian ya tadi Pak Wali bilang, kalau ada menu yang kurang enak harus ada variasi dan pelatihan kita datangkan chef. Kemudian kami juga diminta untuk menambahkan hiburan agar SWK ini menjadi ramai,” katanya.
Di samping itu, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM Kota Surabaya Yuli Ekowati menambahkan, sosialisasi ini bertujuan untuk menjamin kualitas pangan dan bagian dari upaya BBPOM mengatasi permasalahan stunting di Kota Surabaya. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menekan stunting di Kota Surabaya khususnya di wilayah Jatim.
“Kami berharap, dengan mengkonsumsi makanan yang aman dapat menekan angka stunting di Kota Surabaya. Sehingga ke depannya kita dapat menghasilkan generasi penerus yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.



