“Empat itu (SWK) adalah awal, karena kan nggak bisa kalau dalam jumlah banyak, kita bagi kemudian berjalan. Nah, 49 SWK itu juga akan kita lakukan semuanya (pengujian sampel) pangannya, kesehatannya dan keamanannya di semua SWK,” terangnya.
Dia berharap, dengan adanya uji sampel dari BBPOM dan stiker halal Dinkopdag, maka makanan di SWK itu terjamin kesehatan dan keamanannya. Ketika stiker itu terpasang di masing-masing stand pedagang, masyarakat akan merasa aman ketika membeli makanan atau minuman yang dijual di SWK.
Pemkot Surabaya ke depannya tidak hanya fokus pada kualitas dan keamanan makanan saja, akan tetapi juga melakukan upaya untuk meramaikan SWK. “Saya berharap, Bu Kadis (Dinkopdag) setelah acara ini diajak lah bicara untuk meramaikan SWK. Karena itu tugasnya pemerintah, nah kalau bisa nanti pegawai pemkot itu makan siangnya di SWK,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkopdag Kota Surabaya Dewi Soeriyawati menyampaikan, adanya sosialisasi dan pengujian langsung ini adalah untuk meningkatkan kualitas serta menjamin kesehatan dan keamanan makanan yang dijual oleh pedagang SWK. Sesuai arahan Wali Kota Eri, Dewi menjelaskan, Dinkopdag Kota Surabaya juga akan memasang stiker halal pada setiap lapak pedagang SWK.
“Orang akan yakin ketika ada BBPOM apalagi nanti ditambah stiker halal ya. Jadi nanti bisa kita pasang di setiap SWK,” Dewi menyampaikan.
Dewi berharap, sosialisasi dan pengujian langsung sampel makanan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan bersama BBPOM untuk menjamin keamanan dan kesehatan makanan di SWK lainnya.



