“Kira-kira hilir tersebut sejauh 400 meter sampai ke pulau pasir. Dengan begitu ada air masuk sampai ke pinggir pantai. Sehingga kami nelayan bisa setiap saat melaut. Tidak seperti sekarang yang menunggu air pasang besar,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B Anas Karno mengatakan bahwa aspirasi masyarakat nelayan ini akan ditindak lanjuti.
“Lewat komunikasi secara intensif dengan dinas terkait pemkot Surabaya.Khususnya dengan DKPP kota Surabaya (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) yang menjadi mitra kerja Komisi B,” ujarnya.
Anas menegaskan akan berupaya penuh agar pihak eksekutif nanti memberikan atensi, terkait persoalan yang dihadapi nelayan di pesisir timur Surabaya. Mulai dengan penyediaan sarana dan prasarana hingga












