Masih dari survey itu kata Iksan, AHY justru unggul jauh dibanding Muhaimin.
“Kita lihat hasil survey-nya dulu, bahwa di Jawa Timur AHY adalah Cawapres yang paling diinginkan, yang elektabilitasnya paling tinggi oleh masyarakat Jawa Timur, angkanya 15,2 sementara Muhaimin 3,8. Artinya keputusan memilih Muhaiman memasangkan dengan Anies, dengan asumsi Muhaimim itu adalah representasi NU di Jawa Timur.
“Saya rasa ini keputusan yang salah. Ini berdasarkan survey terakhir kami, per Juli kemarin di Jawa Timur. Jika Surya Paloh memilih Cak Imin sebagai wapres itu berdasarkan pemikiran bahwa Cak Imin sebagai representasi Jawa Timur, itu saya kira terlalu gegabah dan beresiko, Jadi dari logika itu dapat kita tarik bahwa Cak Imin bukan Cawapres yang diinginkan mayoritas nahdiyin di Jawa Timur, ” tegasnya.
Demokrat kemana arahnya? Iksan menyarankan Demokrat menyusun langkah strategis yang baru, mitra koalisi yang baru, berpikir bagaimana mencari mitra kerjasama politik untuk Demokrat dan AHY ke depannya.












