“Ini harus segera ditindaklanjutin oleh Dinsos Jatim. Kita lihat sentra netra Mahatmiya ada pelatihan – pelatihan para penyandang disabilitas, seperti bisnis, pelatihan UMKM, dan pelatihan lainnya.Ini saya melihat programnya bagus untuk dikembangkan di 29 UPT dinsos Jatim,”pintanya politisi asal Dapil Lumajang – Jember.
Artono anggota DPRD Jatim tiga Periode ini menambahkan, untuk terkait anggaran penanganan sosial di Jatim selama ini masih untuk sarana perbaikan prasarana gedung UPT Di Dinsos Jatim yang sudah rusak. Sementara itu untuk penanganan PPKS di Jatim alangkah baiknya dikerjasamakan dengan UPT milil Kemensos. “Sekali lagi, dengan kedatangan komisi E DPRD Jatim ke sentra netra Mahatmiya bisa menjadi inspirasi untuk memperbaiki lagi penanganan PPKS di Jatim oleh Dinsos dan UPTnya,”pungkasnya.
Sementara itu Kadisnsos Jatim, Restu Novi Widiani mengatakan terima kasih atas masukan dari Komisi E DPRD Jatim. Kedepannya pihak Dinsos Jatim dan UPT akan meningkatkan sinergitas dan kerjasama dengan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Mahatmiya.
“Dinsos, dan Balai Rehabilitas sosial Netra Mahatmiya ini kan sama – sama penanganannya untuk kesejahteraan penyandang disabilitas. Dimana untuk di Jatim memiliki program Jatim Sosial Care di pusat ada respon khusus kasus bagi penyandang disabilitas,”katanya.












