Anas menjelaskan bantuan permodalan ini sangat penting bagi UMKM. Salah satu contohnya, untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas produksinya.
“Supaya pelaku UMKM tidak hanya bertambah kuantitasnya, melainkan juga kualitasnya, untuk memiliki daya saing pasar. Sehingga UMKM Surabaya naik kelas,” jelasnya.
Anas juga mengapresiasi bantuan permodalan peran BPR SAU yang memberikan bantuan untuk kelompok pelaku padat karya di Surabaya.
Sementara itu, Direktur Utama BPR SAU Reni Wulandari mengatakan, hingga Desember tahun 2022 pihaknya telah menyalurkan bantuan permodalan untuk UMKM sebesar Rp 84 miliar.
Dimana untuk jumlah pelaku UMKM yang menyerap bantuan permodalan terus bertambah. Di tahun 2021 sebanyak 118 ribu, sedangkan di 2022 sudah sekitar 220 ribu.













