Namun jika evaluasi itu dilakukan dengan cara sampai mengubah sistem menjadi proporsional tertutup, lanjut Sadad justru itu bisa mematikan ruang gerak caleg dan tidak tereksplornya ketokohan dari seorang caleg. “Saya kira sistem proposional terbuka itu lebih fair dan jujur serta sesuai keinginan raktat Indonesia,” tegasnya Sadad yang juga ketua DPD Gerindra Jatim ini.
Sistem Proporsional Terbuka di Pemilu 2024. Anwar Sadad : Mahkamah Konstitusi Selamatkan Demokrasi Indonesia












