Hasil Pra-PON nanti akan menjadi acuan KONI Jatim dalam mengirim atlet ke PON. Dengan keterbatasan anggaran, KONI hanya akan mengirim atlet yang meraih emas atau perak di Pra-PON.
Secara umum KONI Jatim berharap bisa mengirimkan atlet sebanyak-banyaknya ke PON XXI Aceh-Sumatera Utara, namun karena dana hibah yang diterima KONI Jatim sangat sedikit, keputusan mengirim atlet yang memiliki prospek meraih medali emas saja yang bakal dikirim ke PON. “Kami masih berharap ada tambahan dana untuk Puslatda sehingga kami bisa maksimal mengirimkan atlet saat PON 2024 nanti. Terus terang dengan minimnya anggaran ini, kami tidak bisa memenuhi permintaan cabor. Misalnya saat kami panggil cabor panjat tebing, untuk tampil di BK PON butuh peralatan baru terutama yang paling vital yaitu sepatu, karena tidak ada anggaran, ya terpaksa kami tidak bisa memenuhi permintaan ini,” pungkas Ibag.
Matangkan Kualifikasi PON XXI Aceh – Sumatra Utara. Koni Jatim Kumpulkan Cabor












