Surabaya, cakrawalanews.co – Keberadaan mal di Surabaya diharap mampu menyerap tenaga kerja minimal 40 persen warga ber-KTP Surabaya. Dengan skema tersebut, maka angka pengangguran di kota ini ditarget akan menurun.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menggelar pertemuan dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Senin (27/3/2023). Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi bersama 33 pengelola mal di Surabaya membahas percepatan penanganan pengangguran dan penyerapan tenaga kerja.
“Karena sekarang angka penganggurannya dari 9,7 persen, menjadi 7 sekian persen. Di tahun ini saya ingin maksimalnya 4 persen, kemudian kemiskinannya bisa turun 2 persen,” ucapnya.
Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, dalam mengentaskan pengangguran di Surabaya bukan hanya tugas pemerintahnya saja, akan tetapi juga ada kontribusi dari para investor. “Saya ingin membuka peluang investasi di Surabaya, akan tetapi saya juga ingin investasi itu tadi berdampak pada warga,” kata Wali Kota Eri saat ditemui di ruang sidang wali kota.
Wali Kota Eri ingin, peluang investasi di Surabaya itu berdampak pada warga, baik itu dari sektor lapangan pekerjaan, maupun bentuk CSR untuk pembangunan kota. Dalam kesempatan ini, ia ingin APPBI Jatim bukan hanya bisa menyerap tenaga kerja saja, namun juga bisa menjadi orang tua asuh bagi balita stunting Surabaya.












