Saat ini, Pemprov juga fokus untuk melakukan perbaikan pada SMK tersebut dengan memberi bantuan sarana prasarana yang memenuhi standar. “Sekarang sudah pembenahan SMK telah mencapai 20 hingga 25%. Oleh sebab itu Jatim juga telah menjadi percontohan implementasi pendidikan vokasional nasional,” terangnya.
Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo menjelaskan, sebanyak 38% tenaga kerja di Jatim yakni tenaga unskill yang hanya lulusan SD tidak lulus SMP. Oleh sebab itu Pemprov menggagas pembentukan SMK Mini. Ada sekitar 262 SMK Mini yang khususnya berada di pondok pesantren, telah mampu mencetak 54 ribu tenaga terampil per paketnya.
“Awal desainnya tenaga kerja terampil tersebut kita persiapkan untuk siap dikirim ke luar negeri,namun faktanya hampir 60% banyak yang jadi pengusaha. Karenanya dorongan kami adalah mereka bisa bekerja di industri pasca panen,” pungkasnya.(idi)












