“Jatim adalah provinsi dengan laju penduduk yang rendah yaitu 0,61% dan Total Fertility Rate/TFR nya hanya 1,9%. TFR Jatim cukup rendah karena rata-rata perempuan usia suburnya bekerja sehingga mereka bisa melakukan kontrol sendiri,” ungkap Pakde Karwo, Rabu (26/7/2017).
Khusus strategi di bidang pendidikan, Pakde Karwo menyampaikan, Pemprov Jatim sejak tahun 2013 telah melakukan restrukturisasi pendidikan. Hal ini dilakukan karena perbandingan jumlah SMU yang lebih banyak daripada SMK, perbandingan SMU:SMK awalnya yakni 62%:38%. Namun sejak berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov maka pada tahun 2015 perbandiang SMU:SMK menjadi 35%:65%.
“Pada akhir tahun 2019 perbandingan ideal antara SMU:SMK harus bisa dicapai yakni 30%:70%. Langkah detailnya juga telah kita persiapkan dengan matang,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, dari 2011 SMK yang ada di Jatim milik Pemprov sebanyak 290 SMK dan telah terstandardisasi. Sedangkan sisanya adalah milik swasta, dan ada 1018 SMK swasta yang harus dibenahi.












