Surabaya, cakrawalanews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggaungkan kegotong royongan dan kepedulian masyarakat untuk menurunkan prevalensi kasus bayi stunting. Bahkan pada tahun 2023, pemkot menargetkan Surabaya zero stunting dan zero new stunting.
Untuk mengejar target pada tahun 2023 tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Camat dan Lurah agar melibatkan stakeholder dan masyarakat sekitar.
Menurut dia, selain intervensi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya, pola gotong-royong dalam menangani bayi stunting juga bisa dilakukan.
“Inilah yang namanya membangun Surabaya dengan hati dan gotong royong. Membangun itu tidak sedikit-sedikit pakai APBD, bisa lewat Baznas atau yang lain. Tapi data-data ini harus tetap kita pegang semuanya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Kamis (2/2/2023).
Karenanya, Wali Kota Eri Cahyadi mengajak Camat dan Lurah untuk dapat menggugah hati dan nurani masyarakat. Terutama menggugah hati mereka yang memiliki rezeki berlebih supaya peduli terhadap warga yang masih membutuhkan di sekitarnya.













