Cakrawala PolitikIndeks

50 Tahun PDIP, Kaum milenial Surabaya: Partainya wong cilik, militan dan terbuka

×

50 Tahun PDIP, Kaum milenial Surabaya: Partainya wong cilik, militan dan terbuka

Sebarkan artikel ini

Dari situ, Denny punya kesan PDIP punya pendukung sangat militan. “Saya melihat kader-kadernya sangat militan. Salah satu partai terbesar di Indonesia dan berproses cukup lama. Jadi bisa dikatakan partai yang paling dewasa saat ini,” kesan Denny.

Bahkan, selain kadernya punya karakter militan, Denny pun mengaku heran kok partai berlambang banteng moncong putih itu juga mendapatkan kader yang bagus dan mumpuni.

“Seperti Pak Jokowi (Presiden RI), Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Bu Risma (mantan wali kota Surabaya, kini Menteri Sosial) dan Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi. PDIP ini kok tahu saja dan dapat kader bagus-bagus,” ujar Denny seraya heran.

Sementara, Sereza Buana menyebut bahwa politik itu adalah cara menuju kebaikan. Dan, dari keluarga juga mendapat warisan sebagai pemilih partai banteng. “Keluarga saya tidak ada yang ikut politik, tetapi pasti memilih banteng di bilik suara,” kata Sereza.

“Saya melihat partai ini (red, PDIP) sangat konsen pada rakyat kecil. Apapun kebutuhan dari masyarakatlah yang didahulukan. Itu yang saya lihat,” ungkapnya.

Berbeda pengalaman Zaetun Taher. Sebab, sejak menjadi aktivis mahasiswa dulu, ia tidak membenci politik. Bahkan teman kuliahnya juga banyak mengatakan hal sama. “Ternyata yang keliru adalah point of view-nya. Salah menangkap sudut pandangnya. Jadi, bukan tentang politiknya,” kata Zaetun.

“Juga kesalahan pada instrumennya. Tidak tepat memilih influencer, dalam menggaet anak-anak muda. Karena anak-anak muda sekarang gemar dengan medsos,” kata dia.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu termasuk mendapatkan “warisan ideologis” dari keluarganya sebagai pemilih PDIP.

“Dan, yang diurus PDIP itu negara serta rakyat terutama kalangan wong cilik. Itu yang saya lihat dari partai ini,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *