“Untuk itu, dunia pesantren, para ulama dan santri harus ditempatkan pada posisi terhormat agar dapat berkontribusi besar dan menentukan perjalanan bangsa ke depan,” ujar pria yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur selama 2 periode itu.
Ia menambahkan, bangsa Indonesia tidak cukup dikelola oleh orang-orang pintar. Lebih dari itu Indonesia butuh orang-orang yang punya komitmen, berintegritas, beriman kuat, serta berakhlak mulia.
“Dan itu semua banyak dikontribusikan dari kalangan pesantren, ulama, dan santri,” ujarnya.
Irwan kemudian melaporkan bahwa, secara nasional, Jawa Timur mengirimkan peserta LBKK terbanyak tahun ini. Sebanyak 493 orang santri muda yang berasal dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ke-493 peserta ini kemudian berlomba di tingkat Bidang Pembinaan Daerah. Para pemenangnya, juara 1, 2, dan 3 mengikuti lomba di tingkat Jawa Timur pada hari ini. Lalu, pemenang juara 1 di tingkat Jawa Timur akan bersaing dengan seluruh pemenang dari semua provinsi di Indonesia.
“Alhamdulillah seluruh peserta telah mengikuti lomba baca kitab kuning tingkat wilayah sejak tadi pagi. Luar biasa, menegangkan tentunya. Tidak hanya bagi peserta tapi juga bagi kami. Saya mengapresiasi peran serta semua santri. Sesungguhnya yang ikut lomba baca kitab kuning tingkat wilayah adalah semua para pemenang. Namun panitia harus memilih 6 orang juara tingkat wilayah. Untuk juara 1 nanti akan mewakili jatim untuk mengikuti LBKK tingkat nasional. Tahun lalu, perwakilan dari Jawa Timur menang juara 1, semoga tahun ini Jawa Timur kembali nomor wahid,” harapnya.



