Surabaya. Cakrawalanews.co – Jelang laporan pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Jatim 2023, sejumlah fraksi di DPRD Jatim mulai bersuara lantang untuk mengingatkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam menjaga kondusivitas Jatim menghadapi ancaman resesi global yang sudah diingatkan Presiden RI, Joko Widodo maupun Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, Mohammad Fawait mengatakan, bahwa tahun 2023 adalah tahun krusial bagi Gubernur Khofifah karena menjadi tahun terakhir dalam masa jabatan Gubernur Jatim periode 2019-2024. Oleh karena itu pihaknya tetap komitmen agar APBD ini tepat waktu dan tepat sasaran dalam melakukan pembangunan untuk masyarakat Jatim.
Namun setelah R-APBD Jatim 2023 dibahas di komisi-komisi DPRD Jatim, anggota Fraksi Partai Gerindra yang tersebar diberbagai komisi dan banggar, kata Gus Fawait sapaan akrab Muhammad Fawait mereka memberikan masukan dan catatan penting sebagai bentuk komitmen Fraksi Partai Gerindra mengawal dan mendukung kebijakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
“Dari anggota yang ada di Banggar menyatakan ada beberapa hal yang bisa membahayakan Gubernur Jatim akibat kurang menyadari atas apa yang dilakukan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Jatim dalam merancang APBD Jatim 2023,” kata Gus Fawait saat dikonfirmasi Sabtu (5/11/2022).
Diantaranya, kata Fawait adanya dana transfer dari pusat untuk provinsi Jatim senilai Rp.1,5 triliun yang patut disyukuri. Sayangnya proses transfer yang dilakukan pada 29 September 2022 atau sebelum Nota Keuangan Gubernur terhadap APBD Jatim 2023 dibacakan.
“Pertanyaan kami dari hasil kajian, kenapa dana transfer itu tidak dimasukkan dalam R-APBD sehingga bisa dilakukan pembahasan di masing-masing komisi. Sampai saat ini kami tidak tahu dana transfer itu dimasukkan di komisi apa ? karena memang tidak ada di RKA.” ungkapnya.



