“Padahal keberadaan mereka sangat dicari dan dibutuhkan warga yang mau menanyakan soal PBB, dan akan membayar PBB. Yang ada stand Bank Jatim tapi untuk layanan kredit usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut politisi PDIP Surabaya itu menyayangkan kondisi tersebut, ditengah antusias warga untuk membayar PBB.
“Saya berharap Bapenda menjemput bola. Karena PBB ini merupakan sumber PAD yang signifikan. Sayang kalau pembayaran mereka ini terkendala,” ujar Anas.
Anas menambahkan, seandainya stand Bapenda Kota Surabaya berada dilokasi, keberadaannya sangat membantu warga, yang membutuhkan informasi akan PBB atau berkaitan dengan pajak lainnya.(hadi)



