Lebih lanjut Agus mengatakan selama ini polling PBB atau kegiatan pemungutan PBB, dilakukan oleh petugas di LPMK pendopo kelurahan.
“Terkadang informasi jadwal polling PBB ini tidak sampai ke masyarakat. Atau tempatnya dirasa kejauhan oleh beberapa warga. Sehingga mereka enggan datang. Apalagi ketika mereka tidak menerima SPPT PBB terbaru. Sehingga terkadang mereka harus pulang karena tidak membawa uang yang cukup untuk membayar PBB,” imbuhnya.
Agus berharap pemungutan PBB menggunakan mobil keliling, untuk lebih mendekat ke rumah warga.
Sementara itu Anas Karno, menyambut baik digelarnya Bakti Sosial Layanan Terintegrasi oleh Pemkot Surabaya. “Acara tersebut mendatangkan Dinas dan OPD untuk melayani masyarakat dengan menjemput bola, mendatangi pemukiman warga,” terangnya.
Namun, Anas tidak menemukan stand Bapenda Kota Surabaya dalam Bakti Sosial Layanan Terintegrasi yang digelar di Kendang Sari IV.



