“Ini merupakan motivasi untuk mereka agar tidak menyepelekan program. Ini kan tandanya pembinaan gak berhasil dari target yang kita berikan, merosot tanpa emas kita binsuskan,” kata mantan Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dispora Jatim ini.
Namun, apabila hasilnya jauh lebih baik saat kejurnas 2022. Bukan tidak mungkin, cabor tersebut bisa masuk program puslatda di tahun 2023 mendatang sebagai persiapan menuju Pra PON.
Di sisi lain, ketika ada atlet peraih medali yang dapat jatah puslatda yang pindah atau pensiun maka jatah puslatdanya bisa digantikan oleh atlet lain. Tapi, penggantinya tidak sembarang melainkan yang memiliki proyeksi meraih medali emas di PON.
“Itu tetap harus digantikan tapi bukan merupakan hak. Ketika slotnya kosong boleh diganti tapi harus melihat data prestasi dan prospek ke depan, kalau menjanjikan boleh diganti atlet dari cabor tersebut. Kalau tidak ada prospek maka kita akan alihkan ke cabor lain yang punya prospek lebih besar,” pungkasnya.(Her,Caa)



