Selanjutnya, KONI Jatim akan segera melakukan rekrutmen pelatih untuk puslatda yang akan dimulai antara pertengahan atau akhir Agustus 2022 ini. Setelah selesai, baru akan dilanjutkan seleksi atlet yang layak masuk Puslatda.
Mantan atlet Gulat Indonesia itu mengatakan, sementara kuota atlet puslatda diberikan khusus kepada atlet yang meraih medali di PON XX 2021 Papua. Jika melihat hasil PON lalu, Jawa Timur meraih 287 medali terdiri dari 110 emas, 89 perak dan 88 perunggu.
Kendati demikian, tidak semua cabor masuk ada program puslatda namun dialihkan masuk program pembinaan khusus (binsus). Tercatat dari 67 cabor yang dipertandingkan di PON 2024, ada 32 cabor yang masuk program binsus dan sisanya 35 cabor puslatda.
“Ada cabor tertentu yang kita binsuskan. Terdiri dari cabor beregu, lalu cabor perorangan yang kita binsuskan karena prestasi. Meskipun dia dapat medali di PON tapi bukan emas kita binsuskan,” ujarnya.
Binsus tersebut, sementara waktu diberikan kepada cabor untuk mempersiapkan diri mengikuti agenda kejuaraan nasional (kejurnas) 2022 sebagai ajang pembuktian.



