“Swedia adalah salah satu negara dengan celah tersempit. Swedia juga merupakan negara dengan taraf obesitas terendah,” kata Althoff.
Para peneliti terkejut bahwa kesenjangan aktivitas didorong oleh kegiatan berbasis gender.
Di negara seperti Jepang dengan kesenjangan sempit dan taraf obesitas rendah, pria dan perempuan berolahraga sama rajinnya. Namun di negara-negara yang kesenjangan aktivitasnya lebar seperti Amerika Serikat dan Arab Saudi, kaum perempuannya menghabiskan waktu lebih sedikit untuk beraktivitas.
“Ketika kesenjangan aktivitas lebar, kegiatan perempuan berkurang jauh lebih dramatis dibandingkan kegiatan pria. Karena itu, keterkaitan dengan obesitas mempengaruhi perempuan lebih besar,” ujar Jure Leskovec, salah satu peneliti.












