Terkait solusi SKTM ini, pihaknya akan membawanya ke Provinsi Jatim dengan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial agar masalah SKTM ini bisa selesai, karena tanpa peran serta mereka semua peran SKTM ini bisa difungsikan lagi. Dimana tugas anggota DPRD Jatim, yaitu menjembati kebijakan dari masyarakat ini bisa berjalan lagi.
“Memang ini merupakan program pusat ini seharusnya bisa dilaksanakan, tapi saya lihat pemerintah kabupaten tidak menganggarkan untuk SKTM. Tapi kami komisi E akan terus perjuangkan SKTM ini bisa fungsi lagi buat pengobatan gratis bagi masyarakat miskin. Karena tugas komisi E dibidang, Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,”tegasnya.
Selain itu, dikatakan Ida Bagus, persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi yang selalu terjadi dan dikeluhkan sebagian besar petani di Nganjuk, juga disampaikan di setiap lokasi reses yang didatangi. “Kami berusaha menampung semua usulan dan masukan dari warga. Dan nantinya kami serahkan ke masing-masing pihak pemerintah desa tempat kegiatan reses, untuk mengusulkan program prioritas yang bisa kami bawa ke Pemprov Jatim,” paparnya.












