Sementara itu, Anas Karno memastikan dirinya akan mendukung keinginan tersebut. Menurutnya, kelompok seni tradisional sebagai perawat budaya lokal dan dikembangkan secara turun temurun warisan leluhur.
“Budaya tradisional merupakan pilar berbangsa. Karena tanpa budaya yang kuat maka bangsa ini akan kehilangan jati diri,” tegasnya.
Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan, bahwa Indonesia sudah mulai melakukan transisi dari pandemi menuju fase endemi.
“Hal ini menjadi signal yang baik dan menjadi harapan pentas-pentas seni tradisional bisa digelar. Sehingga bisa lebih menguatkan minat masyarakat terhadap seni tradisional, yang mungkin bisa kembali dipopulerkan di kota Surabaya,” ujar Anas.
Anas Karno yang kini menduduki kursi sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya yang membidangi perekonomian ini juga menambahkan, bahwa keberadaan pentas seni tradisional bisa menarik masyarakat untuk datang ke SWK.












