Sementara koordinator pelatihan BASARNAS, Brian Gautama mengaku pihaknya sangat menyambut baik upaya NasDem untuk ikut serta berpartisipasi dalam aksi tanggap bencana. “Kami pun juga merasa terbantu sekali. Ketika ada informasi pertama dalam sebuah kejadian, bahwa rekan-rekan baret rescue ini dapat menjadi pioner-pioner pertama di lapangan,” katanya.
Peserta dibekali pemahaman berbagai materi seperti Medical First Responder (MFR) atau cara memberi pertolongan pertama pada korban, lalu Water Rescue yakni penyelamatan di permukaan air.
“Inikan juga pelatihan dasar pertolongan pertama. Nah, ketika ada kecelakaan, mereka sudah siap dengan pertolongan apa yang harus dilakukan. Kemudian bisa menyampaikan informasi secara detail, sehingga kami atau tim bisa membawa peralatan apa yang nanti dibutuhkan ketika datang ke lokasi kejadian,” ujarnya.
Selain itu, juga ada materi High Angle Rescue Technique (HART) yang melatih bagaimana menolong korban melalui dinding gedung atau tebing, termasuk pelatihan untuk memperkuat fisik serta mental.
Tidak dipungkiri, lanjutnya, sejauh ini ketika terjadi bencana, banyak muncul tenaga sukarela terjun ke lokasi. Sayangnya, terkadang diantaranya ada yang tidak tahu apa yang harus dilakukannya, sehingga justru malah membebani. “Artinya begini, sebelum bisa menolong orang, kita harus bisa menolong diri sendiri. Jangan sampai kita mau menolong, malah ikut terjebak menjadi korban,” ujarnya.
Dari pembekalan materi tersebut, pihaknya berharap Baret Rescue mampu berkolaborasi dengan Tim SAR dalam aksi penyelamatan tanggap bencana “Tentunya ketika kami melepaskan kepercayaan kepada potensi-potensi yang sudah terlatih ini, kami akan merasa lebih nyaman dan tidak was-was lagi. Artinya, potensi-potensi baret rescue ini sudah sesuai dengan prosedur,” ujar Brian sapaan akrabnya.












