Kalaksa BPBD Jatim,Budi Santosa dikonfirmasi, Jumat (25/2/2022) mengungkapkan apa yang diraih Jatim kali ini merupakan buah dari komitmen Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selama ini dalam mereaksi cepat setiap kejadian bencana yang terjadi.
Ia mencontohkan, gerak cepat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam menangani bencana banjir bandang di Kota Batu, gempa dan banjir di Jember, angin kencang di Madiun, erupsi Gunung Semeru di Lumajang, dan beberapa bencana di tempat lain.
Termasuk, kebijakan Gubernur memasukkan indeks pengurangan risiko bencana ke dalam RPJMD Jatim 2019 – 2024 dan menjadikannya sebagai Indek Kinerja Utama (IKU) Gubernur Jatim. “Alhamdulillah. Atas nama Pemprov Jatim kami bersyukur atas capaian ini. Namun keberhasilan ini bukan karena kerja keras Pemprov Jatim saja, namun karena keterlibatan semua elemen pentahelix, termasuk para relawan, kelompok akademisi, kalangan dunia usaha dan teman-teman media,” ujar Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa dengan didampingi Kabid PK BPBD Jatim, Andhika N Sudigda.












