Sambil berseloroh namun serius dr Agung menyebut para calon ketua ini harus melewati 2 JMP, 2 etape yang tidak mudah.
“Ada dua JMP, maksudnya Jembatan Menuju Puncak yang harus dilalui untuk bisa jadi Ketua. Yang pertama itu harus lolos prosentase jumlah dukungan. Dari sini nantinya DPD hanya mengusulkan ke DPP. Jembatan kedua yaitu fit and propertest dan yang menentukan DPP. Bukan kayak dulu banyak banyakan suara. Jadi harus lolos dan lulus 2 jembatan itu
Terutama jembatan ke 2 fit propertest, maka harus bisa menujukkan kemampuannya, karena ini adu ilmu. Jembatan 1 adu bolo,
jembatan 2 adu ilmu,” ungkapanya sambil terseyum.
Politisi yang sudah dua kali menjadi ketua komisi ini , berharap ini jadi pencerahan bagi kader Demokrat di Jatim, bahwa aturan mainnya sudah berbeda.
“Jadi mari kita pilih yang terbaik. Dalam Musda ini kepentingan partai harus diutamakan, terutama bisa menang Pilleg dan pilpres 2024. Saya yakin kader yang diajukan ke DPP dan yang terpilih adalah kader terbaik,” pungkasnya. (Caa)



