AdvertorialHeadlineIndeks

Surabaya Sudah Level 1, Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit

×

Surabaya Sudah Level 1, Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Forkompimda
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Forkompimda

“Saya matur nuwun (terima kasih) kepada warga Surabaya. Waktunya kita bangkit dan jangan dirusak kebangkitan ekonomi kita ini. Saya nyuwun tulung (minta tolong) masyarakat Surabaya terus jaga prokes-nya,” pesannya.

Sebab, Pemkot Surabaya tak bisa berjalan sendiri untuk mempertahankan level 1 maupun menekan Covid-19 hingga nol kasus. Apalagi, untuk mencapai nol kasus Covid-19, dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, baik masyarakat maupun stakeholder yang ada di Surabaya.

“Karena, satu tujuan kita, yakni kemakmuran warga Kota Surabaya. Sekali lagi, jangan dihentikan dengan pola hidup yang tidak prokes. Karena, kalau ini (Covid-19) naik kembali, maka yang rugi adalah warga Surabaya,” tuturnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu meyakini, seluruh warga Kota Pahlawan bakal terus konsisten menjaga protokol kesehatan. Terlebih, ketika Covid-19 di Surabaya kembali naik, tentu yang rugi adalah masyarakatnya sendiri.

“Saya percaya dengan warga Surabaya, Insya Allah yang jualan tetap jualan, kegiatan tetap kegiatan, tapi prokes tetap dijaga sehingga ekonomi bisa bergerak, dan namanya Covid-19 turun dan nol di Surabaya,” imbuhnya.

Meskipun Kota Pahlawan sudah berada level 1, Pemkot Surabaya memastikan terus konsisten mempertahankan dan berupaya menekan sampai nol kasus Covid-19. Beberapa langkah komprehensif pun dilakukan secara masif. Seperti diantaranya melakukan kegiatan 3T (testing, tracing dan treatment) berbasis wilayah meskipun transmisi penularan sudah rendah.

Vaksinasi yang dilakukan oleh pemkot Surabaya
Vaksinasi yang dilakukan oleh pemkot Surabaya

Tak hanya itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menyebut, testing secara agresif dan terintegrasi juga terus dimasifkan dengan sasaran prioritas seperti suspek/probabel, kontak erat dan pelaku perjalanan di wilayah. Bahkan, pemkot juga konsisten melakukan tracing secara masif kurang dari 48 jam dengan ratio tracing cakupan minimal 1:15 serta memastikan semua sasaran tracing harus dilakukan swab (RDT-Antigen/RT-PCR).

“Kita juga melakukan evakuasi cepat untuk kasus baru yang terkonfirmasi positif, baik dari hasil RDT-Antigen maupun RT-PCR ke tempat isolasi dan karantina terpusat (isoter) berbasis wilayah kurang dari 24 jam setelah hasil pemeriksaan keluar,” kata Febria.

Dalam upaya lain, pelaksanaan percepatan vaksinasi di Surabaya, baik dosis 1 dan dosis 2 juga terus digeber. Kadinkes Surabaya itu optimistis, seluruh warga di Kota Pahlawan segera mendapatkan dosis vaksinasi secara lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *