Walaupun getol mendukung percepatan vaksinasi di wilayah aglomerasi, hal itu tak mengganggu pelayanan vaksinasi untuk warga di Surabaya.
Hasilnya pun capaian vaksinasi di Surabaya untuk dosis 1 sudah melebihi angka 100 persen dan dosis 2 sekitar 90 persen. Artinya, sesuai standar WHO, herd immunity di Kota Surabaya sudah terbentuk.
“Saat ini kita mengejar vaksinasi dosis 2 agar segera 100 persen. Kalau dilihat dari indikator-indikator (asesmen Inmendagri), kita sudah melebihi semua sebenarnya,” terang Wali Kota Eri.
Turunnya PPKM ke level 1, diiringi dengan sejumlah kelonggaran. Seperti di antaranya diizinkannya beroperasi objek wisata hingga kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan dengan kapasitas 75 persen. Bahkan, kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 100 persen hingga pukul 22.00 WIB.
Oleh sebab itu, Wali Kota Eri optimistis, sekarang ini seluruh sektor ekonomi di Surabaya segera bangkit. Ia juga memastikan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hadir untuk menyokong pergerakan ekonomi masyarakatnya.
“Alhamdulillah, dengan Inmendagri yang baru keluar, Surabaya Level 1. Maka tujuan kita satu, yakni menggerakkan ekonomi yang harus mulai berputar,” ujarnya.
Dalam upaya mendorong ekonomi masyarakat, tak lupa Pemkot Surabaya juga menggandeng berbagai elemen dan stakeholder terkait. Seperti di antaranya, PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), hingga Sampoerna Retail Community (SRC), untuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi Wali Kota Eri, saat ini sudah waktunya roda ekonomi masyarakat Surabaya digas pol. Apalagi, beberapa sektor usaha di Surabaya sebelumnya sempat tidak beroperasi karena dampak pandemi Covid-19.
“Ekonomi sudah harus bergerak, harus digas pol. Sudah lama warga Surabaya pergerakan ekonominya berhenti. Jadi pemerintah hari ini harus hadir menggerakkan ekonomi di Surabaya,” tegasnya.
Tak lupa, Wali Kota Eri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bergotong-royong memutus mata rantai Covid-19 di Kota Pahlawan. Meski Surabaya sudah berada di level 1, ia berharap, masyarakat tidak abai dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes).












