“ Seperti direses sebelumnya masalah sekolah ini selalu diwadulkan kepada kami, dan saat kami menanyakan kepada dinas pendidikan, kenapa peneremiaan anak didiknya tidak bisa sebanyak yang diharapkan masyarakat. Nah ternyata kapasitas gedung ini yang belum memenuhi ekspektasi warga sehingga, masalah penerimaan siswa terjadi setiap tahunnya, karena penambahan gedung sekolah yang belum tereksekusi dengan baik,” lanjut Aning.
Aning mengatakan pula bahwa pihaknya selama ini di Komisi C yang membidangi masalah pembangunan telah menyampaikan ke dinas terkait.
“ Kami di Komisi telah menyampaikan masalah ini ke dinas terkait seperti Cipta Karya dan APEM, supaya ada penambahan sekolah, karena selama ini warga juga sudah sangat menginginkan karena adanya zonasi itu. Kami akan gali data Renstra RPJMD lima tahun ini untuk penambahan gedung, dengan dasar keluhan warga ini” terang Aning.
Politisi yang getol mengkampanyekan zero waste ini menambahkan, sebenarnya penambahan sekolah terutama dikawasan Surabaya Timur ini sudah diakomodir dalam Renstra namun, karena pandemi covid-19 terjadi refocusing anggaran.



