“ Kami sangat ingin adanya sekolah negeri ditambah dikawasan Surabaya Timur, karena sangat sedikit disana sehingga kami selalu terbentur masalah zonasi, “ keluhnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh, Ira seorang ibu rumah tangga yang mengaku memiliki pengalaman tidak bisa memasukkan anaknya ke sekolah negeri lantaran terkendala zonasi. Selain itu pula Ira juga mengeluhkan terkait belum dibukanya sekolah sehingga selama ia harus membagi waktu antara mengurus rumah tangga dan menemani anak sekolah.
“ kapan ibu sekolah akan dibuka, kami sudah sangat mengharapkan sekolah dibuka,” tuturnya.
Menanggapi keluhan warga, Aning Rahmawati mengatakan, masalah kapasitas gedung ternyata menjadi kendala dalam penerimaan siswa didik.



